Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Kamis, 29 April 2010

.......Tik...Tik....Tik.........








Biarkan dia bicara pada dirinya, Atau aku pada diriku



Sebuah kata 'biasa' seperti inikah yang pernah ku ingini?
Tanpa luka tanpa rupa, tanpa dusta
Damai yang hambar
Inginnya ku berkata, kata yang sia-sia
Tak kan ada lagi kobar cemburu dimatanya
Tak kan lagi bara amarah itu menyala
Terguyur kata percuma, aku tahu, dan dia tahu

Jalan tak berujung penuh tawa,
Sebatas selongsong
Ya...Tawa yang kan kau lihat diujung maut
Oh aku rasa jarang



Aku tak merindukan hujan
Hanya saja ingin baunya...
Aku ingin sejuknya diujung hijau
Aku ingin lembutnya, meresap di poriku
Aku ingin siluetnyaBukan basahnya yang buatku terpeleset
Dan derasnya yang membuatku menggigil



Mungkin hujan rindu basahiku
Tak ingin membuatku kuyup
Berhembus lah bersama angin
Atau terlalu tandus sekitarku?
Membuat jemu?

Mungkin orbit kami lain
Kemarin kita hanya bertemu di persimpangan
Dan kembali ke haluanMimpi manis, dan terbangun karena pahit yang menggigit
Ada kata menyesal dipertengahan
Biarkan semua kembali ke selubung kabutnya
Bukan di pekat
Hanya temaram
Kembali tenang

0 comments: